PEKANBARU– Pelaksanaan Musyawarah Daerah (MUSDA) ke XI Partai Golongan Karya (GOLKAR) Provinsi Riau semula akan dilaksanakan pada hari Minggu 19 Oktober 2025, namun untuk kali kedua dibatalkan kembali, menyesuaikan dengan Jadwal Ketua Umum beserta Rombongan DPP Partai GOLKAR.
Para Kandidat Kuat dalam perebutan Kursi Ketua DPD I Partai GOLKAR Provinsi Riau sudah bermunculan seperti, Prof Dr Ir Ridwan G. Panggabean MP, yang dikenal sebagai Senior Partai maupun mantan Ketua SOKSI Provinsi Riau, muncul juga nama Afrizal Sintong S.IP M.Si, selaku mantan Bupati Rokan Hilir (ROHIL), Ketua DPD II Partai GOLKAR Kabupaten ROHIL dan Calon Bupati ROHIL yang Kalah melawan Penantang, Bupati saat ini, Haji Bistamam.
Ada juga nama Parisman Ihwan SE MM, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau sekaligus Sekretaris DPD I Partai GOLKAR Provinsi Riau, berikutnya muncul nama Dr Hj Karmila Sari S.Kom MM, yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI, anak kandung dari Bupati ROHIL, Haji Bistamam, yang sampai saat ini, Minggu (19/10/2025) bersama dengan Parisman Ihwan alias Iwan Fatah, Karmila Sari sudah Resmi menjadi Terlapor Kasus Korupsi Dana Reses Fiktif di DPRD Provinsi Riau pada periode 2019-2024, mereka berdua dilaporkan Ketua DPD KNPI Provinsi Riau , Kakanda Larshen Yunus ke PIDSUS Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Riau.
Diketahui juga muncul nama Yulisman S.Si MM, selaku Anggota DPR RI, yang juga dikabarkan masih berkutat dan atau tersangkut Kasus Korupsi SPPD Fiktif DPRD Provinsi Riau Tahun Anggaran (T.A) 2020-2022, Kapasitas Yulisman sebagai Ketua DPRD ketika itu.
Namun, berjalannya waktu!!! hanya nama Wakil Gubernur Riau, Sofyan Franyata Hariyanto (SF Hariyanto) yang bersih dari berbagai Kasus maupun Stigma yang terjadi, meskipun sempat digadang-gadang sebagai calon kuat Ketua Golkar Provinsi Riau, tetapi infonya beliau belum juga melakukan Pendaftaran.
Ditemui pada saat berada di Ruang Tunggu Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Relawan Gabungan Rakyat Prabowo Gibran (GARAPAN) menilai, bahwa sulit bagi Partai GOLKAR Provinsi Riau untuk benar-benar Memunculkan Tokoh Pemimpin yang “Tepat”.
Menurut Ketua Umum Relawan Prabowo Gibran, Larshen Yunus, bahwa setelah mantan Ketua DPD I Partai GOLKAR Provinsi Riau, Drs Syamsuar M.Si Lengser dan tidak ingin Mencalonkan kembali, ternyata faktanya belum ada Sosok Kader Partai Golkar yang nama dan posisinya sesuai dengan “Selera Ketua Umum (Ketum) Bahlil Lahadalia” yang artinya Komplit dari ukuran manapun.
Tetapi, dari hasil observasi dan perhitungan internal Partai GOLKAR, hanya nama Ir H SF Hariyanto MT yang sesuai dengan harapan maupun seleranya Ketum Bahlil Lahadalia beserta Jajaran.
“Dari Partai Golkar ini agak kesulitan begitu untuk memilih siapa kira-kira yang didorong menjadi Pemimpin yang tepat sekaligus kembali besarkan Partai, kembali membawa Kejayaan Partai GOLKAR Provinsi Riau seperti terdahulu, mengingat saat ini Kepala Daerah di 12 Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau hanya tinggal satu ataupun dua orang saja dari Kader Partai GOLKAR, untuk itu sebagai Pemimpin Partai berlambang Pohon Beringin di Provinsi Riau, dibutuhkan Sosok yang Komplit seperti SF Hariyanto” kata Larshen Yunus, Ketua Umum (Ketum) DPP GARAPAN dalam sebuah pernyataannya, kemarin, malam minggu (18/10/2025).
Tetapi Larshen Yunus kembali menyimpulkan, bahwa sulitnya Kader Partai GOLKAR keluar menjadi Tokoh yang berpotensi menjadi Sosok Pemimpin dan hanya yang Pas serta Tepat seperti SF Hariyanto.
Karena banyaknya Tokoh itulah, Kader Partai GOLKAR bersaing dengan Kader Lainnya, sehingga sangat sulit Memunculkan Nama Calon Pemimpin yang sesuai dengan Kepentingan Partai Politik itu sendiri.
Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Riau pada 19 Oktober 2025 kemarin, ternyata yang muncul dan mendaftar hanya beberapa Nama saja, mereka mencuat sebagai Kandidat Kuat dalam perebutan Kursi Ketua DPD I Partai GOLKAR Provinsi Riau.
Karmila Sari dan Yulisman, keduanya merupakan Anggota DPR RI, juga dikenal sebagai Kader murni Partai GOLKAR, dengan rekam jejak politik yang panjang dan solid, membuat persaingan kali ini semakin menarik untuk di ikuti.
Masuknya dua nama besar ini membuat peta persaingan di internal Partai Golkar Provinsi Riau semakin Kompetitif. Sebelumnya, Kandidat lain yakni Afrizal Sintong, Karmila dan Yulisman juga telah mengambil formulir secara resmi.
Musda Partai Golkar Provinsi Riau diprediksi akan berlangsung ketat dan menjadi salah satu yang paling dinamis dalam sejarah Partai di tingkat Provinsi.
Ketua Steering Committee (SC) Pendaftaran Calon Ketua DPD I GOLKAR Provinsi Riau, Ikhsan menyebutkan, bahwa hingga hari kedua Pendaftaran yakni pada hari Jumat 17 Oktober 2025 kemarin, sudah ada empat Kader yang mengambil formulir.
Empat Calon yang akan memimpin Partai Golkar Provinsi Riau tersebut diantaranya adalah Afrizal Sintong, Karmila Sari, Ridwan G Panggabean dan Yulisman.
“Per kemarin (Jum’at), sudah ada empat orang yang mengambil formulir pendaftaran,” kata Ikhsan, Sabtu (18/10/2025).
Disebutkan Ikhsan, bahwa Pendaftaran Calon Ketua DPD I Partai GOLKAR Provinsi Riau terbuka bagi siapa saja, khususnya bagi Kader GOLKAR yang berniat membesarkan Partai.
Saat Pendaftaran, para Calon wajib melampirkan bukti persyaratan.
“yang pasti, pada isyarat pertama, Calon Kandidat melampirkan bukti pernah menjadi Pengurus Partai GOLKA selama 5 tahun, kemudian memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai dan terakhir, Melampirkan minimal dukungan 30 Persen Suara dari 18 Suara,” ungkapnya.
Ketiga Persyaratan tersebut wajib dicantumkan dalam Proses Pendaftaran Bakal Calon, paling lambat hari Sabtu kemarin (18/10/2025).
“Ini sudah ketentuan!!! Tentunya Wajib dilengkapi, “tukas Ikhsan, disertai berbagai Bukti Permulaan.
Kembali seperti yang disebutkan Ketua Umum DPP Gabungan Rakyat Prabowo Gibran, Larshen Yunus, bahwa baginya sulit Partai GOLKAR untuk benar-benar Memunculkan Tokoh Pemimpin yang “Tepat” dan sejauh ini hanya nama SF Hariyanto yang paling Mumpuni.
“Dari GOLKAR Riau ini agak kesulitan untuk benar-benar Memilih, soal siapa yang kira-kira dapat didorong menjadi Pemimpin Partai Pohon Beringin untuk di Riau ini” kata Larshen Yunus, dengan nada penuh optimis
Karena banyak Tokoh itulah, kata dia, Kader Partai GOLKAR banyak yang bersaing dengan Kader GOLKAR lainnya, sehingga sulit sekali Memunculkan Nama Calon Pemimpin yang benar-benar ideal dan “Tepat”.
Larshen Yunus, yang juga Praktisi Kebijakan Publik itu mencontohkan, soal Persaingan antar-Kader Partai GOLKAR, yang kini terjadi jelang Pemilihan Ketua DPD I GOLKAR Provinsi Riau.
Berkali-kali Ia Menyinggung Nama SF Hariyanto sebagai Calon Kuat Ketua DPD I Provinsi Riau yang sudah berada “di Atas Angin”.
Akan tetapi, masih ada tantangan yang muncul dari para Pesaingnya.
“Pak SF Hariyanto itu sudah di Atas Angin seperti sekarang saja, sudah didukung Ketum Bahlil Lahadalia,” kata Aktivis Larshen Yunus itu.
Ketua Umum Relawan Prabowo Gibran itu terus menerus Mengatakan, bahwa Kondisi tersebut menjadi PR yang harus diselesaikan oleh Partai GOLKAR, jika Partai berlambang Pohon Beringin itu ingin punya Tokoh Pemimpin di Partai yang tepat, ideal, cepat dan ingin adanya Perubahan lebih baik termasuk untuk di 12 kabupaten/kota se Riau, maka hanya SF Hariyanto figur yang paling “Tepat”.
“Mudah-mudahan Generasi Muda Partai GOLKAR, AMPG (Angkatan Muda Partai GOLKAR), bicara masalah itu, sehingga penantian panjang pasca reformasi untuk Memunculkan satu orang Tokoh yang punya bargaining dan besarkan Partai Nasional dari GOLKAR tercapai,” ujar Larshen Yunus, seraya menunjukkan berbagai macam Tulisannya soal Sejarah Panjang Partai GOLKAR.
Terakhir, beredarnya Surat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya yang ditandatangani oleh Ketua Umum Bahlil Lahadalia pada tanggal 18 Oktober 2025 di Jakarta kembali diundur, untuk keduakalinya dimundurkan Penyelenggaraan Musda ke XI Partai Golongan Karya Riau dengan Surat Nomor Register: B-805/DPP/GOLKAR/X/2025 itu.
Adapun isi Surat Keputusan tersebut, diantaranya pada bagian 1. Dasar: A. Keputusan Musyawarah Nasional XI Partai Golongan Karya Tahun 2024 Nomor VII/MUNAS-XI/GOLKAR/2024 tanggal 21 Agustus 2024 tentang Program Umum Partai Golongan Karya.
B. Surat DPP Partai GOLKAR Nomor: B-798/DPP/GOLKAR/X/2025 tanggal 13 Oktober 2025 tentang Penetapan Waktu Penyelenggaraan MUSDA XI Partai GOLKAR Provinsi Riau.
Kemudian pada bagian 2. Sehubungan dengan Dasar tersebut diatas, Dewan Pimpinan Pusat Partai GOLKAR menyampaikan bahwa Waktu Penyelenggaraan MUSDA XI Partai GOLKAR Provinsi Riau yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2025 ditunda sampai dengan ada Pemberitahuan/Penetapan selanjutanya dari DPP Partai GOLKAR.
Ketua Steering Committee (SC) Pendaftaran Calon Ketua DPD I Partai GOLKAR Provinsi Riau, Ikhsan menanggapi isu tersebut, dan menyatakan Proses Penerimaan Pendaftaran Calon Ketua masih berlangsung sampai pukul 24.00 WIB nanti.
“Belum tahu (Musda batal), sekarang masih jalan persiapannya, untuk Proses selanjutnya, kita tetap sesuaikan arahan dari DPP, dan sejauh ini Prosesnya masih berjalan merujuk agenda sebelumnya,” tegas Ikhsan.
Sementara itu, sejauh ini dari Empat Kader yang sudah Mendaftarkan diri sebagai Calon Ketua Partai GOLKAR Provinsi Riau, yakni mantan Bupati Rokan Hilir (ROHIL), Afrizal Sintong, Senior Partai sekaligus Ketua SOKSI Provinsi Riau, Ridwan G. Panggabean kemudian Yulisman dan Karmila Sari yang saat ini masih aktif sebagai Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (DAPIL) Provinsi Riau.
Seperti sebelumnya, Larshen Yunus yang juga menjabat sebagai Wasekjend KNPI Pusat itu menilai SF Hariyanto sosok yang benar-benar Mampu dan “Tepat” dalam memimpin Partai GOLKAR di Provinsi Riau, Lalu Apa Alasannya?
Ia menilai bahwa SF Hariyanto, sudah berpengalaman di Birokrasi di Pemerintahan, sehingga memiliki Figur yang “Tepat” untuk merubah sekaligus kembali Membesarkan Partai, Jabatannya di Pemerintahan saat ini sebagai Wakil Gubernur Riau, membuat SF Hariyanto sangat-sangat berkepentingan merebut Kursi Ketua PARPOL Legend tersebut.
Oleh karena itu, apabila kedua sisi saling berkepentingan, maka Aktivitas dan Produktivitas akan berjalan beriringan.
“Jadi beliau mampu memimpin Partai GOLKAR Provinsi Riau, bukan sekedar omon-omon doang” cetus Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu.
“Saya kira Elite Politik jangan menganggap enteng pada SF Hariyanto. Elite Politik jangan mengulangi kesalahan seperti Kontestasi Pilgubri tahun 2024 yang lalu, dimana banyak yang meragukan kemampuan SF Hariyanto,” kata Larshen Yunus, seraya meneteskan air matanya.
Dia mengatakan hal itu untuk menanggapi keraguan para Pengamat dan Elite Politik Daerah terhadap kemampuan SF Hariyanto dalam bursa Calon Ketua DPD I Partai berlambang Pohon Beringin tersebut.
“Dalam berdebat misalnya, Pak SF Hariyanto Luar Biasa, menguasai materi dan panggung, tentunya kami harus belajar banyak pengalaman yang dilaluinya, agar jangan terlalu berprasangka negatif terhadap Kemampuan, Kapasitas dan Kualitas dari Pak SF Hariyanto,” kata Larshen Yunus, Relawan Garis Keras Prabowo Gibran.
Menurut dia, sosok SF Hariyanto, Wagubri sekarang memiliki kemampuan di atas rata-rata yang orang bayangkan, misalnya dalam Pilgubri 2024 kemarin. Sehingga dia mengaku yakin jika diberi kesempatan, SF Hariyanto juga akan mampu menjalankan Organisasi Partai GOLKAR Provinsi Riau.
Tentu dalam perjalanannya, kata Larshen Yunus, SF Hariyanto dapat Memaksimalkan Tim yang solid dan kuat untuk menjalankan roda organisasi.
“Menurut Kami, Pak SF Hariyanto itu tetap dapat dibantu oleh Tim dalam Mengelola Partai GOLKAR nanti. Jadi, saya melihat SF Hariyanto ini sangat bisa menjalankan Partai GOLKAR, apalagi kalau dibantu oleh Tim yang kuat, katakanlah misalnya Ketua Harian, Tetapi itu semua sifatnya teknis,” jelasnya.
Larshen Yunus juga melihat dari sisi usia, SF Hariyanto yang lahir pada tanggal 30 April 1965, dinilainya sudah masuk kategori usia sangat matang.
Jika berkaca dari Pengalaman Jabatan di Birokrasi, pada usia tersebut seseorang sudah mampu dan pernah mengemban jabatan di Pemerintahan Pusat.
Larshen Yunus menilai bahwa SF Hariyanto sudah berhasil menjalankan Uji Publik dalam Kontestasi di Pilgubri 2024 yang berpasangan dengan Abdul Wahid tersebut.
Sementara sebelumnya respons SF Hariyanto soal namanya yang disebut-sebut berpeluang menjadi Ketua Partai GOLKAR Provinsi Riau hanya cukup tersenyum sipu malu.
Dia mengatakan, masih banyak Tokoh Senior dan berpengalaman selain dirinya untuk menduduki Kursi Ketua Partai DPD I GOLKAR Provinsi Riau.
“Ditunjuk? Ya saya nggak tahu ya prosesnya di sana sepertj apa. Tapi yang jelas masih banyak senior di sana, biar senior-senior saja atau orang yang lebih berpengalaman dari saya maju duluan” ujarnya, mengakhiri dengan nada penuh rendah hati.
CATATAN PENTING:
Kenapa Harus SF Hariyanto? Karena Hanya Beliau yang benar-benar memiliki Kepentingan Besar, dengan Jabatan sebagai Wakil Gubernur, ada banyak hal yang perlu di Kolaborasikan kepada pihak Legislatif di DPRD Provinsi Riau, sementara kalau Ridwan G Panggabean maupun Afrizal Sintong, sama sekali tidak ada Garis Kepentingannya, Afrizal Sintong saja Kalah Nyalon Periode kedua sebagai Bupati ROHIL, posisi tawarnya jadi berkurang, begitupula dengan Yulisman dan Karmila Sari, mereka akan jauh lebih sibuk berada di Jakarta, karena bertugas sebagai Anggota DPR RI serta sampai saat ini menjadi Terlapor Kasus Korupsi SPPD Fiktif maupun Reses Fiktif, mereka berdua juga secara garis kepentingan tidak ada dan berpotensi membuat Aktivitas Kepartaian jadi kurang produktif. Jangan hanya sibuk di awal saja, merebut Jabatan Ketua Partai, giliran sudah dilantik dominan jadi Vakum alias Jalan ditempat, untuk itu berkali-kali Kami tegaskan, bahwa hanya SF Hariyanto yang betul-betul punya “Kepentingan Besar” untuk Membesarkan dan Mengembalikan Kejayaan Partai GOLKAR Provinsi Riau seperti yang terdahulu, selalu menjadi Partai Pemenang Pemilu di DPRD Provinsi Riau, Kepala Daerah Juga Banyak dari Partai GOLKAR, kini hanya tinggal kenangan saja. (*)












