Masyarakat dan Pemuda Riau Tolak Kehadiran ADK: Boikot Musda Partai Golkar, Penuh Drama dan Persyubahatan Jahat

PEKANBARU– Kehadiran Dr H Ahmad Doli Kurnia Tanjung MT alias ADK, Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum (Waketum) Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Pulau Sumatera DPP Partai Golkar ke Provinsi Riau ternyata justru membuat suasana menjadi Keruh dan tidak Kondusif.

Anggota DPR RI asal Provinsi Sumatera Utara (Sumut) itu dikenal sangat Licin, Lincah dan Lasak, berbagai Manuver Negatif kerap menjadi senjata pamungkas pria berkacamata tebal itu, sehingga dengan demikian, berdasarkan Jejak Rekam dan Faktor buruk tersebut, menghadirkan Kekhawatiran dan Kecemasan oleh Masyarakat dan Kalangan Pemuda di Provinsi Riau.

Masyarakat dan Pemuda Riau Tolak Kehadiran ADK: Boikot Musda Partai Golkar, Penuh Drama dan Persyubahatan Jahat.

Kehadiran ADK di Bumi Melayu Riau bukan tanpa alasan, melainkan sesuai dengan SK Penunjukkan dirinya sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Riau.

Oleh karena itu, banyak pihak dari internal maupun dari eksternal Partai yang Menolak dan Menentang Penunjukkan tersebut, Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia harus tahu! bahwa Tipikal ADK bukan mempersatukan tetapi justru perlahan-lahan turut berkontribusi dalam Memperlebar dan Mempertajam suatu Permasalahan, sehingga menimbulkan Kegaduhan yang justru merugikan Partai Golkar itu sendiri.

Dimintai Komentarnya, Pimpinan INDUK Organisasi Kepemudaan (OKP) terbesar dan tertua di Republik ini sekaligus Organisasi yang juga pernah menjadi Bahagian dari Semangat Karya Kekaryaan, hanya katakan bahwa Penunjukan ADK sebagai PLT Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Riau hanya ingin Memuluskan salah seorang Anggota Dewan, Terlapor Kasus dugaan Korupsi SPPD Fiktif di DPRD Provinsi Riau, yakni atas nama Yulisman S.SI MM, yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI dari Dapil Riau 2.

Mewakili Aspirasi Masyarakat dan unsur Pemuda se-Provinsi Riau, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) itu katakan, bahwa pihaknya senantiasa Setia di Garis Perjuangan Rakyat.

“KNPI dan GOLKAR itu punya Historis yang sama, kendati bang ADK juga mantan Ketua Umum (Ketum) DPP KNPI, namun kami sebagai insan yang Mencintai Partai Golkar dan Berharap Riau selalu Kondusif, maka dengan tegas kami Boikot Musda Partai Golkar Provinsi Riau, yang penuh dengan Drama dan Persyubahatan Jahat! Hentikan Semua Sandiwara Kalian itu! Riau Harus Kondusif dan Bermarwah” harap Larshen Yunus.

Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu berkali-kali mengatakan, bahwa sosok ADK sangat Kontradiktif dengan Kultur Masyarakat Riau, Ketum Bahlil Lahadalia mestinya Lebih Bijaksana lagi, Jangan terburu-buru menunjuk seseorang yang sudah jelas-jelas memiliki Rekam Jejak buruk di Kepartaian.

Evaluasi, Beri Sanksi dan Boikot Kehadiran maupun Keterlibatan ADK dalam Pelaksanaan Musda Partai Golkar Provinsi Riau tahun 2025 ini.

“Sejauh ini Kami melihat ada Perkembangan dan Kemajuan di tubuh Partai Golkar. Kepemimpinan Ketum Bahlil benar-benar Menghadirkan Keberkahan bagi semua pihak, tetapi khusus di Riau! mestinya Jajaran DPP dapat lebih Bijaksana, jangan sampai salah langkah!!! Karena selama ini sosok Yulisman juga dinilai sangat Paradoks ditengah kondisi Partai Golkar Provinsi Riau yang cenderung mengalami Kemunduran dari berbagai aspek manapun” tutur Larshen Yunus.

Hingga berita ini diterbitkan, Senin (3/11/2025) Masyarakat dan Kalangan Pemuda Riau banyak yang kecewa dengan Yulisman, Anggota DPR RI yang sampai saat ini masih menjadi Terlapor dugaan Kasus Korupsi SPPD Fiktif DPRD Provinsi Riau dan Kasus Kriminalisasi Aktivis dan Wartawan di Kota Pekanbaru. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ https://ppid.bpkad.jatengprov.go.id/