PEKANBARU– Lagi-lagi Para Pemimpin Negeri kembali mempermalukan Masyarakatnya sendiri. Mulai dari Kinerja yang buruk hingga pertumbuhan liar Tempat Hiburan Malam (THM).
Contohnya saja yang terjadi di Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau.
Kota yang terdiri dari 15 Kecamatan itu ternyata masih saja berkutat dengan persoalan Spele, yakni terkait pemberian izin THM, seperti contohnya Diskotik New Paragon yang baru-baru ini menggelar Pesta Sex khusus Kaum Dajal Waria (Wanita Pria) alias Penikmat Lubang Taik.
Rekaman Video soal adanya pesta haram yang menjijikkan itu kabarnya berasal dari Diskotik New Paragon, yang sudah berhasil melumuri “Taik” ke Wajah Warga Setempat, Mempermalukan Marwah Anak Negeri.
Peristiwa memalukan itu sudah Viral dan menjadi perbincangan hangat Masyarakat Kota Pekanbaru, karena selalu menghubungkan dengan Gaya Walikota Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM sebagai Kepala Daerah yang Religius, Rajin Shalat dan Rajin datang ke Masjid.
Tempat Hiburan Malam New Paragon Buka Kembali Meskipun Banyak Tokoh Riau yang Menolak, Ini Alasannya!!!
Informasi soal dibukanya kembali THM New Paragon itu lantas menjadi pukulan telak bagi semua pihak, terutama terhadap Marwah Tokoh Masyarakat Riau yang bersama-sama telah Turun melakukan Aksi Demontrasi beberapa waktu yang lalu.
Dimintai Komentarnya, Gubernur Pemuda Riau sekaligus Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau hanya katakan, bahwa isu Soal dibukanya kembali Diskotik New Paragon adalah sesuatu yang mengandung Arogansi Liar.
Menurut Ketua DPD KNPI Provinsi Riau, isu seperti itu Layak menjadi Pertimbangan, sekalipun sudah banyak Para Tokoh Masyarakat, Alim Ulama dan Cerdik Pandai yang telah melakukan Penolakan, Aksi Demonstrasi didepan Diskotik New Paragon tersebut.
“Sudahlah itu, Pemko macam betul aja! siapa sih yang ngak kenal Agung Nugroho? dia itu raja dari segala ilmu Sandiwara? Setelah di Demo, bahkan sekelas mantan Gubernur dan mantan Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution turun langsung menyampaikan Orasi Penolakan, Pemko langsung bertindak! Agung Nugroho mulai memainkan ilmu lamanya, mendatangi Diskotik itu lalu Menyegel dan Menutupnya. Bagi kami, situasi seperti itu sudah terbaca, paling hanya beberapa bulan ini bertahan” ujar Larshen Yunus, dengan nada penuh optimis.
Ketua KNPI Provinsi Riau itu berkali-kali menegaskan, bahwa Alur Cerita soal Diskotik New Paragon akan berakhir dengan munculnya berbagai macam Alibi dan seribu satu alasan dari Pemko, sampai terbitnya “Kabar Baik” yakni Pernyataan Resmi dari Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini pihak Polresta Pekanbaru, bahwa setelah di Analisa, di Lakukan Pengecekan di TKP, mereka tidak menemukan unsur Pelanggaran Hukum (ilmu lama).
Menurut Aktivis Hak Asasi Manusia Lulusan Kampus Universitas Riau (UNRI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu, seharusnya semua pihak terlebih dahulu mempelajari seraya menganalisa Ikhwal berdirinya Tempat Hiburan Malam tersebut, keterlibatan “Orang-Orang Dekat” Walikota Pekanbaru itu sendiri adalah Kunci dari semua Peristiwa yang terjadi, terutama yang baru-baru ini Viral, Pesta Sex Kaum GAY.
Bertempat di Ruang Tunggu Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau, hari ini Jum’at (6/2/2026) Ketua KNPI Riau Larshen Yunus katakan, bahwa Pola Manajemen Bohong yang dimainkan pihak Pemko Pekanbaru sangat mudah terbaca, sampai akhirnya muncul informasi dari Polresta Pekanbaru, bahwa pada akhirnya di Lokasi THM itu tidak ada apa-apa, alias tidak ditemukan Peristiwa Hukum yang mesti di Proses.
“Tapi, apapun itu!!! kecurigaan kami soal Integritas Walikota Pekanbaru, H Agung Nugroho memang betul-betul sangat kental, Jejak Rekam dan Riwayat Beliau dalam menjatuhkan seseorang itu Ril terjadi. Polisi di Polresta, terutama bagi bapak Kapolresta dan bapak Wakapolresta Pekanbaru mesti Berani Jujur, hindari rasa saling sungkan, Hukum itu adalah Pembuktian, segala sesuatu harus didasari Fakta dan Bukti. Jangan mau di Dikte oleh para Pejabat Daerah, Polri itu milik semua Rakyat, Polri PRESISI untuk Negeri” akhir Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, seraya menutup pernyataan persnya. (*)
![]()













